Dasar Penting Dalam Investasi Saham π
Jawabannya: YA, kamu tetap mendapatkan keuntungan, asal kamu tidak menjual sahamnya saat harga turun.
Aku jelaskan pelan-pelan dengan contoh angka supaya jelas.
π Contoh Kasus yang Kamu Tanyakan
πΉ Kondisi Awal
-
Kamu beli saham di harga 1.000
-
Jumlah saham: 1 lot = 100 lembar
-
Modal awal = 1.000 × 100 = Rp100.000
π» Harga Turun Jadi 100
-
Nilai saham sekarang = 100 × 100 = Rp10.000
-
Secara kertas (unrealized loss) kamu rugi Rp90.000
⚠️ Tapi ini belum rugi nyata selama:
❗ Kamu tidak menjual sahamnya
πΊ Harga Naik ke 2.000
-
Nilai saham = 2.000 × 100 = Rp200.000
-
Modal awal = Rp100.000
-
Keuntungan = Rp100.000
π Return = +100%
π Jadi kamu tetap untung, bahkan 2× lipat dari modal awal.
π Kunci Penting yang Harus Dipahami
1️⃣ Rugi / Untung Itu Nyata Saat Dijual
-
Belum jual → belum rugi
-
Sudah jual → rugi / untung jadi nyata
Ini yang disebut:
-
π΄ Unrealized loss (rugi di kertas)
-
π’ Realized profit (untung nyata)
2️⃣ Risiko Besarnya Ada di Mental & Fundamental
Masalahnya bukan di hitungan, tapi di:
-
❌ Takut lalu jual di harga bawah
-
❌ Perusahaan bangkrut → saham bisa tidak naik lagi
-
❌ Saham di-suspend lama atau delisting
Makanya tidak semua saham yang turun bisa naik lagi.
⚠️ Catatan Penting (Ini Sangat Penting)
Contoh di atas berhasil jika:
✅ Perusahaan masih sehat
✅ Tidak bangkrut
✅ Tidak delisting
✅ Bisnis masih berjalan & berkembang
Kalau perusahaan bangkrut:
-
Harga bisa 0
-
Saham tidak bisa dijual
-
Modal bisa habis
π‘ Kesimpulan Singkat
✔ YA, kamu tetap untung jika:
-
Beli di 1.000
-
Turun ke 100
-
Tidak dijual
-
Naik ke 2.000
❌ TIDAK untung jika:
-
Panik dan jual di harga 100
-
Perusahaan bangkrut sebelum naik
Kalau kamu mau, aku bisa lanjutkan:
-
π contoh dengan averaging down
-
π§ cara membedakan saham yang bisa bangkit & yang tidak
-
π strategi aman buat investor pemula
Tinggal bilang mau bahas yang mana π